Thursday, December 15, 2011

Paramore Tak Sabar Jalan-jalan di Bali

KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIGrup rock AS Paramore: (dari kiri ke kanan) Jeremy Davis (bas), Hayley Williams (vokal) dan Taylor York (gitar)

NUSA DUA, KOMPAS.com -- Senin (15/8/2011) pukul 15.20 WITA, grup rock dari AS Paramore--Hayley Williams (vokal), Jeremy Davis (bas), dan Taylor York (gitar)--tiba di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Mereka berada di Bali untuk tampil dalam Paramore Live in Concert di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Rabu (17/8/2011). Tapi, mereka mengaku juga sudah tak sabar lagi untuk bisa berjalan-jalan di pulau wisata tersebut.   

"Sudah enam tahun kami tur, belum sempat ke Indonesia. Tapi, kami sudah ada di sini (Bali) sekarang. Kami juga tak sabar untuk jalan-jalan," ucap Williams di Nusa Dua Convention Center, Bali, Senin (15/8/2011). "Sejauh ini luar biasa, kami sempat melihat pemandangan dari hotel dan pantainya sangat indah," ujar York.

Lelah sehabis menjalani penerbangan Hongkong-Bali pun seakan tak dirasakan oleh mereka. "Saya terakhir dari Hongkong, terasa super jet lag dan pada waktu luang saya hanya tidur seharian. Tapi, sekarang sudah tidak lagi, karena besok (16/8/2011) kami bisa segera jalan-jalan di pantai. Saya sudah tidak tahan," ucap Williams lagi. "Sangat luar biasa bisa berada di luar rumah saya di Tennessee, AS, bertemu dengan banyak fan di seluruh belahan dunia, senang rasanya," lanjutnya.

Sementara itu, Syam Talisman, selaku promotor ShowMaxx, yang memboyong Paramore ke Bali dan Jakarta, mengatakan bahwa Williams, kekasih gitaris Chad "New Found Glory", juga ingin berburu kain batik. "Begitu sampai (di Bali), yang ditanya langsung batik. Kayaknya mereka bakal hunting besok (16/8/2011), tapi enggak tahu ke mana, terserah mereka, sesukanya sebelum konser," terang Syam di tempat yang sama.


View the original article here

Paramore: Indonesia Merdeka!

KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIHayley Williams, vokalis Paramore, beraksi dalam Paramore Live in Concert di panggung Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, 17 Agustus 2011 malam. KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIGitaris Paramore, Taylor York, tampil dalam Paramore Live in Concert di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, 17 Agustus 2011 malam. KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIJeremy Davis, pemain bas Paramore, beraksi dalam Paramore Live in Concert di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, 17 Agustus 2011 malam.

JIMBARAN, KOMPAS.com -- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kemerdekaan Indonesia, Rabu (17/8/2011) malam, grup rock asal AS Paramore menepati janjinya membagi banyak energi kepada para penonton Paramore Live in Concert, yang digelar di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali. 

Sebelum Paramore muncul, ribuan penonton lebih dulu dihantam oleh musik grup rock lain yang juga dari AS, The Swellers, yang membuka konser tersebut. "Kami di sini akan memanaskan anda, sebelum Paramore mengguncang anda. Ayo lebih semangat lagi," seru vokalis The Swellers, Nick Diener. 

Usai pemanasan bersama The Swellers, setengah jam kemudian para penonton mulai tak sabar untuk menantikan aksi band kesayangan mereka. "Paramore... Paramore... Paramore...," seru para penonton meminta pemilik album RIOT! itu segera tampil. 

Akhirnya, panggilan ribuan penonton tersebut langsung dibalas oleh aksi Paramore, dengan personel-personel Hayley Williams (vokal), Jeremy Davis (bas), dan Taylor York (gitar), dengan meluncurkan "Ignorance", "Feeling Sorry", dan "That's What You Get". 

Williams benar-benar menebar energi. Di panggung yang cukup luas itu, pemilik tubuh mungil berbungkus pakaian kasual tersebut tak pernah berhenti berlari, meloncat, dan ber-headbanging sepanjang tiga lagu pertama yang disuguhkan oelh Paramore. "Bali, how you feel it? Setelah enam tahun, ini pertama kali kami di sini dan entah mengapa kami sangat mencintai Bali," ujarnya.

Selanjutnya, para penonton bisa menikmati dari "For a Pessimist, I'm Pretty Optimistic", "Emergency", "Playing God" hingga "Decode" (soundtrack film Twilight). Didukung tata suara yang mantap, petikan gitar York dan permainan bas Davis terdengar begitu empuk masuk ke telinga dalam sesi akustik yang menyuguhkan "When It Rains", "Where the Lines Overlap", dan "Misguided Ghost". 

Sukses membuat para penonton larut bernyanyi bersama dalam sesi akustik, kali ini Williams mengajak mereka berjoget dan berjingkrak. "Oke Indonesia, anda bisa menyanyi, tapi bisakah saya tahu apakah anda bisa berjoget?" katanya sebelum distorsi gitar York diadu dengan dentuman bas Davis pada "Crushcrushcrush", "Monster", dan "Here We Go Again". 

Tak sekadar menghibur, puncaknya, Paramore juga paling tahu cara merebut hati para penonton yang sedang merayakan HUT ke-66 Kemerdekaan Indonesia. "Indonesia merdeka!" pekik Williams, yang mengucapkannya dalam bahasa Indonesia. "Untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, saya perlu anda berteriak, 'Merdeka!'," serunya lagi sebelum "Pressure" dan "Looking Up" membakar para penonton. 

Berikutnya, berhias kembang api, lagu jagoan, "The Only Exception", pun meluncur dari panggung yang terletak di antara tebing-tebing batu kapur itu, sebelum Paramore memungkaskan aksi mereka dengan "Brick by Boring Brick" dan "Misery Business". "Bali kami mencintai anda dan kami adalah Paramore," tuntas Williams.


View the original article here

Wednesday, December 14, 2011

Ungu Sebar Lima Wewangian

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah menjadi ikon untuk salah satu produk perawatan wajah khusus lelaki, Ungu kini mengeluarkan seri parfum yang dianggap mewakili karakter setiap personel band tersebut. 

Style-In, nama seri parfum yang diproduksi atas kerja sama antara Ungu dengan perusahaan rekaman yang menaungi mereka dan salah satu produsen parfum itu. Ada lima varian Style-In. Natural untuk Pasha (vokal), Adventure untuk Makki (bas), Fresh untuk Enda (gitar), Cool untuk Oncy (gitar), dan Active untuk Rowman (drum).    

Ungu mengaku, meluncurkan seri parfum tersebut merupakan bagian dari usaha lain mereka selain berkarya dalam industri musik. Selain itu, mereka berharap bisa lebih melekat di hati para penggemar mereka, yang dinamakan Cliquers, melalui parfum. Makanya, harga parfum tersebut relatif terjangkau--Rp 75.000 untuk volume 100 ml. Bahkan, dengan menunjukkan kartu anggota Cliquers, para anggota klub penggemar Ungu itu bisa membeli dengan harga Rp 65.000 untuk volume yang sama.

"Kami memang ada rencana untuk meng-create suatu produk, di mana produk ini dapat mewakili kami dari sisi yang lain, sehingga, tidak hanya pada lagu dan film, kami juga ingin memberi sesuatu yang bisa melekat langsung dengan fans kami. Jadi, ya tercetuslah untuk mengeluarkan parfum," terang Pasha. "Jadi, kami memang brand ambassador produk ini, dan produk parfum ini adalah produk Ungu, created by Ungu!” paparnya.

Pemilihan nama Style-in juga berkait dengan karakter setiap personel Ungu. Mereka mengaku memiliki style dan karakter yang berbeda. Mereka mengaku pula, untuk menentukan wangi yang mewakili karakter dan style masing-masing, dilibatkan seorang psikolog.

Ungu juga mengungkapkan bahwa Parfum memang merupakan jati diri bagi mereka. "Walau pun dulu kami punya selera parfum yang berbeda, tapi karena sekarang kami punya produk parfum sendiri, ya harus dipakai. Menurut kami, parfum adalah jati diri kami sendiri," ucap Enda.


View the original article here

Paramore Janjikan Banyak Energi untuk "Tujuhbelasan"

KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHIParamore, grup American rock yang terdiri dari (kiri ke kanan) Jeremy Davis (bas), Hayley Williams (vokal), dan Taylor York (gitar), berada di Bali untuk tampil dalam Paramore Live In Concert 2011 di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, 17 Agustus 2011.

NUSA DUA, KOMPAS.com -- Grup American rock Paramore menjanjikan, para penonton konser mereka di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali, tepat pada ulang tahun ke-66 Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2011, akan merasakan banyak energi.

"Ini waktu yang tepat kalau kalian menyaksikan penampilan kami pada Rabu nanti (17/8/2011) di saat Hari Kemerdekaan Indonesia. Akan banyak energi nanti," kata vokalis Paramore, Hayley Williams, mewakili kedua rekannya, Jeremy Davis (bas), dan Taylor York (gitar), di Nusa Dua Convention Center, Bali, Senin (15/8/2011).

Paramore, yang diboyong oleh promotor dalam negeri ShowMaxx Entertainment ke Bali dan Jakarta, juga berjanji akan menghibur dengan lagu-lagu dari album-album yang pernah mereka keluarkan. "Pokoknya, semua lagu dari album-album kami. Mungkin, kira-kira 15 sampai 18 lagu," ucap York. "Kami akan bernyanyi, menari, dan gila-gilaan. Pokoknya, selama fans suka melakukan itu," ucapnya lagi.


View the original article here

Calvin Jeremy Berduet dengan Band Wali

KOMPAS.com -  Hati penyanyi muda Calvin Jeremy yang termasuk pendatang baru di dunia musik sungguh gembira mendapat kesempatan untuk tampil di acara Mahakarya RCTI pada Rabu (17/8/2011) malam ini.

Dalam acara bertajuk "Mahakarya" RCTI yang merupakan perayaan ulang tahun ke 22 stasiun televisi tersebut, cowok kelahiran Jakarta, 20 tahun lalu itu akan berduet dengan band Wali.

"Selasa (16/8/2011), aku latihan sama teman-teman dari band Wali. Lagunya berjudul Aku Bukan Bang Toyib," jelas Calvin.

Acara itu akan ditayangkan secara langsung oleh RCTI Kamis malam nanti mulai pukul 19.30 dari PRJ Kemayoran Jakarta. Selain Calvin dan Wali, tampil pula Afgan, Mulan Jameela dan lainnya.

Sekalipun sebenarnya Calvin biasa menyanyikan lagu pop jazz, namun ia mengaku tak kesulitan menyanyikan lagu milik Wali. "Tadinya sih mau latihan dua kali, tetapi akhirnya hanya sekali latihan. Nggak apa itu juga sudah cukup kok, sebab sebelumnya aku sering mendengarkan lagu Aku Bukan Bang Toyib di radio saat sedang dalam perjalanan naik mobil. Lagunya enak kok," urainya lagi.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pelita Harapan Karawaci Tangerang itu, pada Juni 2010 sudah meluncurkan album pertamanya. Kini beberapa lagu dalam albumnya antara lain berjudul Maaf dan Wanita tak Biasa sering terdengar di radio. Bahkan lagu Maaf pernah ditayangkan di stasiun televisi Channel V.

Tentu saja Calvin yang keturunan Batak dan Jawa itu mengaku sangat senang. "Kan Channel V merupakan acara musik yang penayangannya di seluruh kawasan Asia Tenggara," katanya sembari tertawa.

Ia berharap masyarakat menyambut baik album pertamanya itu. Bagi yang penasaran pengen tahu penampilan Calvin, tonton saja acara itu, atau lihat di Youtube, disana ada video klip lagu Calvin berjudul Wanita Tak Biasa.

Video yang pengambilan gambarnya dilakukan di pantai Lovina Bali dan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur tersebut diproduksi oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk keperluan promosi dua tempat wisata itu.  


View the original article here

Jupe Hindari "Body Contact" dengan Lawan Jenis

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran dan penyanyi dangdut Yulia Rachmawati, yang akrab disapa Julia Perez (Jupe), mengaku demi profesionalisme masih mengikuti tuntutan skenario ketika menjalani shooting film Pocong Minta Kawin. Tapi, akunya pula, tetap ada aturan main yang diberlakukannya untuk menghormati ibadah puasanya dan orang-orang lain di sekitarnya.      

"Pasti aku akan jaga banget. Tapi, aku juga kalau main film enggak pernah sampai vulgar banget. Ciuman saja di film aku enggak pernah. Apalagi sekarang ada Gaston," tutur kekasih pemain sepakbola Argentina Gaston Castano ini ketika ditemui di lokasi shooting Pocong Minta Kawin, di Jakarta, baru-baru ini.

Jupe mengaku, sebenarnya tampil seksi dalam bulan Ramadhan ini tak sesuai dengan niatnya. "Heboh semua (melihat dandanannya). Tapi, sebenarnya bertentangan banget dan kasihan sama orang yang puasa. Makanya, tadi aku langsung pakai sarung (usai beradegan)," kata pemain film Arwah Goyang Karawang ini.

Itu soal dandanannya. Bagaimana mengenai adegannya dengan lawan jenis? "Pasti aku jaga banget. Apalagi kalau sampai ada body contact. Aku biasanya minta (shooting) malam, habis buka puasa. Ya, habisnya kasihan juga lakinya," ucapnya. "Aku pasti jaga juga. Jangan sampai ada yang terganggu. Aku juga risih, seksi di bulan puasa. Nanti ada yang nge-tweet (menyebar foto atau informasi tentangnya melalui Twitter) lagi," tekannya.


View the original article here

Irwansyah Belajar Mudik

JAKARTA, KOMPAS.com -- Supaya lancar menjalani shooting film barunya, Mudik, Irwansyah, yang orang Betawi asli dan tak pernah mudik karena kampung halamannya ada di Jakarta, harus menghayati apa yang disebut mudik. 

"Sejujurnya, gue enggak pernah mudik, karena gue orang Betawi asli. Ini tantangan besar bagi film gue sih sebenarnyanya," kata suami Zaskia Sungkar ini di Jakarta, Senin (15/8/2011) malam.

Dalam film itu, Irwansyah berperan sebagai seorang perantau asal Jawa bernama Gunadi. Gunadi, yang lulusan sarjana, sangat sulit mendapatkan pekerjaan di Jakarta, walaupun Jakarta terkenal sebagai gudang pekerjaan. Gunadi kemudian menyusun rencana kocak agar dirinya bisa pulang ke kampung halamannya di Wonogiri.

"Mudik itu ternyata sangat pusing ya. Bukan hanya memikirkan bagaimana harus sampai di kampung halaman saja, tapi kita juga harus bawain apa lah buat oleh-oleh mereka di kampung. Hm... itu bukan sesuatu yang mudah," kata Irwansyah.

Agar ia bisa meresapi perannya dalam film yang disutradarai oleh Muchtar Syams tersebut, Irwansyah harus belajar mengenai proses mudik. Beruntung banyak orang di sekitarnya yang siap diamatinya dan jadi sumber inspirasi. "Gue harus tanya ke teman-teman, perasaan mereka gimana kalau mudik. Gue harus meng-explore diri bagaimana rasanya seseorang pergi mudik. Ngelihat orang mudik pusing, ngelihat pembantu saja pusing saat siap-siap mau mudik," tuturnya lalu tertawa.


View the original article here